Sejuta Umat Mendukung

| Gerakan Gotong Royong #MuslimKuasaiMedia

Apa Kelembagaan Gerakan #SejutaUmatGotongRoyong4Media ?

Apa Kelembagaan Gerakan #SejutaUmatGotongRoyong4Media ?
oleh: Zulfery Yusal Koto a.k.a. Ferry Koto*

ferry-koto-1

Sementara teman-teman tim verifikasi bertungkus-lumus bekerja, saya akan share soal apa kelembagaan gerakan #SejutaUmatGotongRoyong4Media.

Per 14/7 lebih 6 ribu orang dari berbagai kalangan memberikan dukungan dengan mengisi FORMULIR, dan Alhamdulillah banyak juga tokoh-tokoh publik.

Sekali lagi ini bukan gagasan saya, tapi gagasan dari banyak nurani, yang melihat sebuah realitas bahwa Muslim yang mayoritas di negeri ini tidak menguasai media. Sebuah realitas Muslim menjadi minoritas dalam media. Padahal ini abad Informasi, siapa yang kuasai Informasi (media) dialah yang memimpin.

Kita tidak bisa salahkan kelompok lain yang menguasai media, kitalah yang harus memacu diri agar bisa kuasai media, itu kunci. Kata kunci gagasan gerakan ini adalah PENGUASAAN media. Targetnya umat terdorong tidak lagi minoritas dalam penguasaan media.

Ada yang mengatakan gagasan ini SARA, jualan agama. Sungguh orang-orang (yang berkata) seperti ini tidak paham kebhinnekaan Indonesia. Bahwa perbedaan itu realitas. Apakah NU dan Muhammadiyah itu SARA? atau persatuan lembaga gereja-gereja itu SARA?

Apakah mendirikan sekolah-sekolah NU, Muhammadiyah, Rumah Sakit Islam, RS Muhammadiyah, Perguruan Tinggi NU, lembaga Ekonomi Islam, itu SARA?

Tentu tidak SARA. Mengherankan jika ada orang yang katakan gerakan #SejutaUmatGotongRoyong4Media ini SARA, betapa sempit pikiran mereka.

Tidak ada yang SARA dalam Gerakan ini. Gagasan ini sama dan sewajah dengan gagasan memperkuat Ekonomi Umat Islam, tapi ini di bidang Media. Konstitusi menjamin hal ini.

Mari kita bahas kata kunci PENGUASAAN media, umat Islam tidak lagi menjadi minoritas seperti yang sekarang sedang juga diikhtiarkan banyak kawan di bidang Ekonomi.

Dalam industri media (kita bahas Pers), pada dasarnya ada 3 komponen utama yang membangun Pers, yaitu:
Pertama, Perusahaan Pers sebagai pemilik dari media itu sendiri, baik cetak, elektronik maupun online. Inilah entitas badan hukum Pers.
Kedua, Bagian Produksi di Industri Pers itu sendiri, bisa percetakan dalam pers cetak, produksi dalam media elektronik, IT dalam media online.
Ketiga, Pers itu sendiri. Inilah yang memproduksi karya-karya jurnalis, bagian inilah yang memproduksi berita.

Sesuai UU Pers, sesungguhnya Perusahaan Pers (pertama), adalah yang menjalankan Industri Pers dari sisi ekonomi, dan terlarang mengintervensi Pers (ketiga). TAPI dalam realitas yang kita lihat sekarang, Perusahaan Pers yang kebanyakan dimiliki perorangan dengan Dominan, mengintervensi Pers itu sendiri. Komponen ketiga, Pers, tunduk pada kemauan pemilik media/perusahaan pers. Jadilah kemudian pemberitaan yang banyak tidak berimbang. Karena ada misi-misi dari pemilik perusahaan pers, termasuk misi ekonomi. Mereka kejar ekonomi dan mengabaikan etika jurnalisme.

Nah gagasan #SejutaUmatGotongRoyong4Media ini target awalnya adalah membentuk kelembagaan PERUSAHAAN PERS milik umat untuk menguasai media-media. Apakah kelembagaan/Perusahaan media ini nantinya akan memutuskan membuat media baru, atau mengembangkan yang sudah ada, bahkan jika sanggup, cukup kuat, misalnya mengambil kembali REPUBLIKA yang dulu memang digagas pada tahun 1993 sebagai media milik umat dari group Mahaka. Itu jika kita sanggup dan cukup kuat dan memang bisa membuktikan bahwa gagasan #SejutaUmatGotongRoyong4Media ini didukung banyak umat Muslim.

Terkait Republika, adalah keliru jika mengatakan itu masih milik Umat Muslim. Media tersebut sudah dikuasai Group Mahaka 2002 (cmiiw), perusahaan Tbk. Saya beberapa waktu lalu pernah twit, Republika itu dibentuk, hemat saya, sejak awal telah salah menerjemahkan makna kata “milik umat Islam” dalam bentuk Perusahaannya. Bagaimana bisa dikatakan milik umat, jika PERUSAHAAN yang dibentuk adalah badan hukum PERSERO, sebuah PT, yang merupakan KUMPULAN MODAL.

PT adalah badan usaha berbadan hukum yang merupakan kumpulan modal. Dimana jumlah modal lah yang menentukan masa depan, bukan UMAT. Terbukti kemudian Republika lepas dari ummat karena komposisi MODAL berubah, MAHAKA jadi pemodal terbesar. Dan berubahlah isi Republika.

Dalam gagasan #SejutaUmatGotongRoyong4Media ini, hemat saya, haruslah badan hukum PERUSAHAANnya nanti berupa KUMPULAN ORANG, bukan kumpulan modal. Kumpulan orang-orang yang satu visi, satu tujuan, Muslim yang bersatu-padu untuk menguasai Media, yang BERGOTONG ROYONG. Badan hukum yang demikian bentuknya adalah KOPERASI.

Koperasi adalah badan hukum kumpulan orang yang satu tujuan, bukan kumpulan Modal. Orang diakui bukan seberapa besar modalnya tapi diakui setara sebagai anggota. Dan badan hukum Perusahaan PERS yang berbentuk KOPERASI ini diakui dalam UU Pers, bahkan dari semangat UU Pers, Koperasi inilah lembaga yang paling sesuai.

Itulah bentuk kelembagaan #SejutaUmatGotongRoyong4Media usulan saya nanti kepada teman-teman yang sudah memutuskan naik satu anak tangga untuk mendukung. Tapi tentu yang memutuskan adalah teman-teman yang sudah memberikan dukungan #SejutaUmatGotongRoyong4Media. Kita lihat nanti masukan-masukan lainnya.

Bayangan saya, Koperasi Media Milik Umat ini nanti akan memiliki Perusahan Pers, misal Portal Media untuk Online, yang bekerja secara profesional, sesuai kaidah jurnalisme, dengan nilai-nilai Islam. Semua media milik Koperasi ini harapannya akan menjadi rujukan utama Muslim Indonesia mencari berita. Koperasi ini juga menjadi rujukan dan berkolaborasi dengan media-media Islam yang saat ini sudah ada, yang berusaha keras tetap eksis dengan segala keterbatasan.

Media-media, portal-portal Islam yang ada saat ini, berat bersaing dengan media mainstream, oleh karena itu, kedepan dengan adanya Koperasi Media Milik Umat ini bisa juga mensupport media/portal Islam tersebut. Berita-berita, karya-karya jurnalisme bermutu bisa juga di-deliver ke media Islam yang sudah eksis.

Keberadaan media Islam yang sudah duluan ada tersebut juga sangat penting dan dibutuhkan Koperasi Media Milik Umat. Setidaknya portal-portal yang sudah eksis, memiliki pembaca setia, trafik, rank di dunia online, yang akan sangat membantu dalam penguasaan berita. Secara teknikal di dunia internet, keberadaan portal-portal yang ada akan mendukung deliver trafik ke portal nanti yang dibentuk. Portal milik Koperasi.

Itulah sekedar gambaran kelembagaan yang nanti akan dibentuk, yang kuncinya harus dimiliki umat, bukan milik orang perorang.

Setelah tahap mengumpulkan dukungan ini, jika dukungan mencukupi, kita akan melangkah sowan ke ulama-ulama dan tokoh-tokoh publik inspirasional, untuk menyampaikan aspirasi dukungan kehendak ummat, dan mendorong agar gagasan #SejutaUmatGotongRoyong4Media ini bisa terwujud.

Tentu setelah itu, jika mewujud, kita harus percayakan kepada orang-orang yang berkompoten, yang amanah untuk membentuk Kelembagaan, dan sama-sama kita dukung.

Semoga gagasan #SejutaUmatGotongRoyong4Media ini mewujud.

Wassalam,
Ferry Koto

Profil:
*Seorang aktivis gerakan koperasi, pemberdayaan Ekonomi Rakyat, Ekonomi Syariah dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Profil selengkapnya di Wikipedia.

2 Comments

  1. kang… boleh nanya?
    sekarang kan zamannya oramg kaget dengan kanjeng-kanjemgan,

    ana ndukung banget usulan ini…

    boleh tahu gak siapa aja orang tenar nasional yang telah mendukung dan ikut gabung he he he maaf… kepooo

  2. zaharuddin lubis

    Siip…Semoga Terlaksana

Comments are closed.

Sejuta Umat Mendukung © 2016 Frontier Theme